| indogamers.com |
Setelah adanya penembakan jemaah Masjid di Christchurch, Selandia Baru yang menewaskan puluhan orang ternyata berdampak pada dunia gim Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat kini tengah mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram terhadap gim PUBG.
Rahmat Safe'i ketua dari MUI Jabar menilai bahwa ada bagian dari gim PUBG khususnya dalam kasus teror di Selandia Baru beberapa waktu lalu. Menurutnyam, masyarakat harus diedukasi agar tidak ikut terlibat dalam aksi teror, salah satunya dengan mempertimbangkan fatwa haram untuk PUBG.
Walau masih dalam tahap pertimbangan dan pengkajian lebih lanjut, rencana ini langsung menuai banyak pro dan kontra dari berbagai pihak.
Namun, perlu diketahui bahwa motif pelaku penembakan yang mengunggah dokumen sabanyak 74 halaman ini sebenarnya didasari oleh ide-ide anti imigran, anti muslim, dan supremasi kulit putih. Yang tentu tidak ada hubungannay dengan gim PUBG ini.
Kalau memang tetap dikaitkan, pelaku yang bernama Brenton Tarrant itu memang mengaku terinspirasi dari gim Fortnite. Gim besutam Epic Games itu mirip dengan PUBG, termasuk ke dalam genre gim first person shoter (fps). Gim tersebut menyuguhkan permainan adu tembak di suatu wilayah yang mengharuskan pemain bertahan hidup bertempur melawan 100 pemain lainnya dan menjadi yang terakhir untuk hidup.
"Fortnite melatih saya untuk menjadi seorang pembunuh," tulisnya pada hari Kamis (14/3) malam waktu setempat.
Sebernarnya sebelum adanya kasus penembakan massal di Selandia Baru ini terjadi, banyak dari negara lain yang sudah melarang secara resmi gim PUBG ini. Seperti India, pemeritah setempat sudah melaarang masyarakatnya untuk memainkan gim ini karena dianggap menjadi sumber dari beragam masalah sosial masyarakatnya.
Kembali ke rencana MUI Jabar yang mempertimbangkan mengharamkan gim PUBG, pemerintah seolah telah kehabisan akal dalam upayanya mengatasi masalah-masalah sosial semacam ini.
Apakah setiap ada tindak terorisme atau kekerasan yang terjadi harus selalu langsung mengkambing hitamkan suatu gim?
Tentunya jika ingin berpikir secara lebih terbuka, pemerintah maupun pihak terkait lainnya bisa menempuh solusi lain yang lebih kreatif untuk mengantisipasi dampak negatif dari suatu gim. Bukan hanya sekadar melakukan respon dengan cara memblokir atau melarang gim tertentu saja.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar