| Sumber: Infopublik.id |
Adanya pembatasan fitur forward pesan pada WhatsApp telah dibahas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan pihak WhatsApp.
VP Public Policy & Communications WhatsApp Victoria Grand sebelumnya juga telah mengumumkan fitur meneruskan pesan yang hanya berlaku maksimal lima kali forward setiap pengguna. Pembatasan tersebut sudah mulai berlaku di Indonesia per hari Selasa (22/1), tergantung pengguna menerima update aplikasi di Google Play Store atau App Store.
Dengan adanya pembatasan forward ini, Menteri Kominfo Rudiantara menyambut baik langkah tersebut. Hal ini dinilai WhatsApp tidak hanya memikirkan persoalan bisnis, namun juga memerhatikan keberlangsungan pasar di Indonesia. Terutama menyambut pemilu 2019 yang kian meningkatkan viralnya berita hoaks.
"Ini adalah upaya bersama WhatsApp dan Pemerintah. Kami menyambut baik kerjasama ini dan langkah ini menunjukkan WhatsApp hadir bukan hanya untuk bisnis tapi juga untuk keberlangsungan dari pasar Indonesia," kata Rudiantara saat konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (21/1).
Sementara Victoria Grand mengatakan beta-test pembatasan forward ini dilakukan di lima negara yang menjadi prioritas dari pihak WhatsApp. Karena Indonesia sendiri adalah negara yang prioritas karena banyaknya jumlah pengguna dan isu viralnya hoaks yang tinggi di WhatsApp.
Sebelumnya India juga telah menerapkan sistem ini dan hasilnya terbukti efektif dengan sekitar 25 persen mengurangi aktivitas forward pesan oleh pengguna. Selain itu, mereka juga melakukan studi untuk menentukan angka maksimal meneruskan pesan. Hasil studi tersebut pun memutuskan untuk membatasi maksimal lima kali forward secara global.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar